SCHOOL GORONTALO
3 KEUNIKAN DI SEKOLAH
Ada banyak hal yang menarik dan di sekolah yang kadang kita lewatkan begitu saja. Nah, kali ini saya mau membahas 3 kenikan yang saya temui di sekolah:
1. Razia Rambut
Di setiap sekolah di indonesia, pasti ada yang namanya razia rambut. Yaitu, hukuman untuk siswa yang rambutnya gondrong. Jadi kalo ada siswa yang rambutnya gondrong itu digunting sama guru-guru disekolah.
Padahal kalo menurut saya kecerdasaan seorang siswa tidak ditentukan dari rambutnya. Kalo misalnya kecerdasaan seorang siswa ditentukan dari rambutnya, berarti siswa yang rambutnya panjang pikirannya panjang, siswa yang rambutnya pendek pikirannya pendek, siswa yang tidak punya rambut tidak punya pikiran. Tapi okelah jika tujuan dari razia rambut ini untuk membuat siswa-siswa di indonesia memiliki rambut yang rapi. Cuma saran dari saya, jika guru-guru mau memotong rambut siswa, potonglah rambut siswa yang rambutnya itu gondrong kayak Andika kangen band, atau bisa disebut juga Andika rindu band, atau bisa disebut juga Andika miss band. kalo ada siswa yang rambutnya kayak Andika kangen band itu terserah: mau di gunting, di potong, di bom terserah.
2. Cewek-Cewek ke sekolah pake lipstik.
Saya alumni dari "SMK NEGERI 1 BATUDAA" Salah satu sekolah yang berada di kota gorontalo. Entah kenapa cewek-cewek di sekolah saya kalo mereka datang ke sekolah mereka pake lipstik. Yang lebih parahnya lagi di tas sekolah mereka itu banyak peralalatan dan perlengkapan kecantikan: Ada bedak, lipstik, soft lens, handbody, parfum, cermin, sisir. Ini saya yakin kalo kamar mandi yang ada di rumah mereka bisa di masukin ke dalam tas sekolah mereka, mungkin mereka bawa kamar mandi mereka ke sekolah. Saking bingungnya saya sama cewek yang ke sekolah pake lipstik, saya sempat nanya sama teman perempuan saya.
'Eh, Kalian ke sekolah pake lipstik apa sih tujuannya?'
'Eh, kita cewek-cewek ke sekolah pake lipstik biar bibir kita tidak kelihatan kering!' Jawab teman perempuan saya.
Okey, jadi mereka cewek-cewek ke sekolah pake lipstik biar bibir mereka tidak kelihatan kering. Pertanyaannya sekarang adalah, kalo bibir mereka merah kira-kira mereka mau ngapain? Saya curiga jangan-jangan kalo bibir mereka merah, mereka bakalan masuk ke ruangan dewan guru, ketemu sama kepala sekolah, terus mereka main lidah mereka di hadapan kepala sekolah. Ini kalo cewek-cewek berani pamerin bibir mereka merah sama kepala sekolah dengan cara seperti itu, saya yakin bukan cuma bibir mereka yang merah, nilai rapot semuanya merah! Seakan-akan kalo mereka kering bakalan ada yang menghina mereka. (Ih, bibirnya kering, pasti nggak ada lagi cowok yang mau ciuman sama dia! CUIIHH!!!
Padahal kalo menurut saya datang ke sekolah pake lipstik itu tidak ada manfaatnya. Karna tidak mungkin ada guru yang akan menanyakan itu di dalam kelas. kan tidak mungkin ada guru masuk ke dalam kelas, terus nanya...
'Anak-anak mana yang pake lipstick?'
'Saya Bu!' Jawab siswa (perempuan 1) .
'Bagus, karna kamu pake lipstik ibu kasih kamu nilai seratus!
ada yang tidak pake lipstik di sini?' Tanya gurunya lagi.
'Saya Bu!' Jawab siswa (perempuan 2) .
'Kamu tidak pake lipstik?!' Tanya gurunya lagi, dengan penuh emosi.
'Iya bu.' Jawab siswa (perempuan 2) , dengan nada bicara yang ketakutan.
'Kurangajar kamu ya! karna kamu tidak pake lipstik, kamu keluar dari kelas,
Undang ayah kamu yang ganteng bilang sama ayah kamu...
'Bilang apa, Bu?' Tanya siswa.
'Ibu sekarang udah jadi janda loh!' Jawab Guru, dengan suara lembut.
Tidak mungkin kan ada guru seperti itu?!
Saya hanya ingin cewek-cewek ke sekolah biasa aja. Silahkan berdandan tapi sesuaikan tempatnya.
3. Menenangkan siswa hanya dengan dua kata (Halo dan hai).
guru-guru di gorontalo memliki ciri khas untuk menenangkan siswa-siswa yang ribut didalam kelas.
SEPERTI INI:
Padahal kalo menurut saya kecerdasaan seorang siswa tidak ditentukan dari rambutnya. Kalo misalnya kecerdasaan seorang siswa ditentukan dari rambutnya, berarti siswa yang rambutnya panjang pikirannya panjang, siswa yang rambutnya pendek pikirannya pendek, siswa yang tidak punya rambut tidak punya pikiran. Tapi okelah jika tujuan dari razia rambut ini untuk membuat siswa-siswa di indonesia memiliki rambut yang rapi. Cuma saran dari saya, jika guru-guru mau memotong rambut siswa, potonglah rambut siswa yang rambutnya itu gondrong kayak Andika kangen band, atau bisa disebut juga Andika rindu band, atau bisa disebut juga Andika miss band. kalo ada siswa yang rambutnya kayak Andika kangen band itu terserah: mau di gunting, di potong, di bom terserah.
2. Cewek-Cewek ke sekolah pake lipstik.
Saya alumni dari "SMK NEGERI 1 BATUDAA" Salah satu sekolah yang berada di kota gorontalo. Entah kenapa cewek-cewek di sekolah saya kalo mereka datang ke sekolah mereka pake lipstik. Yang lebih parahnya lagi di tas sekolah mereka itu banyak peralalatan dan perlengkapan kecantikan: Ada bedak, lipstik, soft lens, handbody, parfum, cermin, sisir. Ini saya yakin kalo kamar mandi yang ada di rumah mereka bisa di masukin ke dalam tas sekolah mereka, mungkin mereka bawa kamar mandi mereka ke sekolah. Saking bingungnya saya sama cewek yang ke sekolah pake lipstik, saya sempat nanya sama teman perempuan saya.
'Eh, Kalian ke sekolah pake lipstik apa sih tujuannya?'
'Eh, kita cewek-cewek ke sekolah pake lipstik biar bibir kita tidak kelihatan kering!' Jawab teman perempuan saya.
Okey, jadi mereka cewek-cewek ke sekolah pake lipstik biar bibir mereka tidak kelihatan kering. Pertanyaannya sekarang adalah, kalo bibir mereka merah kira-kira mereka mau ngapain? Saya curiga jangan-jangan kalo bibir mereka merah, mereka bakalan masuk ke ruangan dewan guru, ketemu sama kepala sekolah, terus mereka main lidah mereka di hadapan kepala sekolah. Ini kalo cewek-cewek berani pamerin bibir mereka merah sama kepala sekolah dengan cara seperti itu, saya yakin bukan cuma bibir mereka yang merah, nilai rapot semuanya merah! Seakan-akan kalo mereka kering bakalan ada yang menghina mereka. (Ih, bibirnya kering, pasti nggak ada lagi cowok yang mau ciuman sama dia! CUIIHH!!!
Padahal kalo menurut saya datang ke sekolah pake lipstik itu tidak ada manfaatnya. Karna tidak mungkin ada guru yang akan menanyakan itu di dalam kelas. kan tidak mungkin ada guru masuk ke dalam kelas, terus nanya...
'Anak-anak mana yang pake lipstick?'
'Saya Bu!' Jawab siswa (perempuan 1) .
'Bagus, karna kamu pake lipstik ibu kasih kamu nilai seratus!
ada yang tidak pake lipstik di sini?' Tanya gurunya lagi.
'Saya Bu!' Jawab siswa (perempuan 2) .
'Kamu tidak pake lipstik?!' Tanya gurunya lagi, dengan penuh emosi.
'Iya bu.' Jawab siswa (perempuan 2) , dengan nada bicara yang ketakutan.
'Kurangajar kamu ya! karna kamu tidak pake lipstik, kamu keluar dari kelas,
Undang ayah kamu yang ganteng bilang sama ayah kamu...
'Bilang apa, Bu?' Tanya siswa.
'Ibu sekarang udah jadi janda loh!' Jawab Guru, dengan suara lembut.
Tidak mungkin kan ada guru seperti itu?!
Saya hanya ingin cewek-cewek ke sekolah biasa aja. Silahkan berdandan tapi sesuaikan tempatnya.
3. Menenangkan siswa hanya dengan dua kata (Halo dan hai).
guru-guru di gorontalo memliki ciri khas untuk menenangkan siswa-siswa yang ribut didalam kelas.
SEPERTI INI:
Guru: Hallo!
Siswa: Hai !
Guru: Hai !
Siswa: Hallo!
Guru: Hallo-hallo hai!
Siswa : Hai-hai hallo!
SELESAI.
Guru cuma ngomong hallo-halo hai doang, terus siswa balas hai-hai hallo, itu kelas tiba-tiba kelas langsung tenang. Tapi jangan sampai guru-guru di gorontalo menggunakan cara ini untuk menenangkan suami yang lagi marah-marah di rumah. Misalnya: Suami baru pulang terus nggak ada nasi, terus suami marah-marah.
SEPERTI INI:
Suami: Kamu gak masakin aku. Aku capek-capek kerja, pulang ke rumah gak di masakin apa!!
Istri (Guru): Papa, Hallo!
Suami: Aku ini lapar! kamu cuma hallo. cepat masakin aku makanan!!
Istri (Guru): Hai!
Suami: kamu cuma ngomong hai! AKU INI LAPAR!!!
Istri (Guru): Hallo-hallo hai!
Suami: Apaan sih! aku ini lapar! masakin aku makanan sekarang, kalo nggak kita cerai!!
Istri (Guru): Hai-hai hallo!
Suami: KITA CERAII!!
Istri: Cerai cerai cerai!
Enggak enak banget kan?! itu kalo sampai terjadi, pasti bakalan jadi perceraian paling aneh.
PESAN MORAL:
Menurut saya semua peraturan yang ditetapkan di sekolah itu pasti sudah dipikirkan oleh guru-guru. Sebagai murid kita hanya perlu berusaha untuk mematuhi peraturan itu. guru adalah salah satu orang yang memiliki tanggung jawab yang besar untuk mendidik, dan membantu kita untuk menemukan sesuatu yang benar-benar kita sukai. Karna bagi saya sekolah adalah masa dimana kita harus mencari jati diri. Kalian bebas untuk memilih jalan hidup kalian, karna masa depan kalian ada ditangan kalian sendiri, bukan di tangan orang lain. Tapi ada satu hal yang harus kita cari, yaitu jati diri. Jika kalian sudah menemukan jati diri kalian maka tunjukanlah pada dunia. Karna dunia hanya mampu dikuasai oleh orang-orang yang mau berusaha untuk mengusai dirinya sendiri untuk menjadi lebih baik.
Komentar
Posting Komentar