MOTOR KREDIT BATUDAA

Batuda'a adalah salah satu kampung yang berada di kota gorontalo; Batuda'a salah satu kampung yang memiliki banyak sejarah dalam perkelahian, dan ilmu gaib, udah kayak tutur tinular. potensi-potensi preman di batuda'a pun berkembang biak dan meningkat dengan pesat, layaknya harga tomat di pasar. Hal ini membuat batuda'a menjadi pemimpin klasemen dalam pertumbuhan preman di gorontalo. Mungkin juga ini adalah alasanya kenapa orang batudaa kalo mau ngambil motor kredit di dealer sulit diperbolehkan, kecuali ngambilnya di dealer kota lain; Entah itu manado, bitung, barcelona... eh, maaf barcelona kejauhan, daripada uangnya dipake buat beli tiket pesawat mending uangnya dipake belli motor cash.


Oh, iya, by the way... batuda'a itu kampung saya. Oke lanjut ke pembahasan...

True story, ini kata teman saya. "di batuda'a pernah ada kejadiaan depkoletor datang ke batuda'a mau narik motor, karna si yang punya motor ini udah gak bayar setoran selama 4 bulan, dan selama empat bulan itu si yang punya motor tidak memberikan kabar sama sekali, dan mungkin ini membuat pihak dealer menjadi posesif. Tapi anehnya waktu si depkolektor mau narik motor itu, si yang punya motor malah mengambil pisau dan mengancam si deploketor untuk pergi dari rumahnya. si deploketor pun pulang dengan ekspresi muka ketakutan,  kayak abis ikutan jadi peserta dunia lain." 

mungkin kejadian ini menginspirasi sebagian para motor kredit lovers batuda'a untuk menggunakan cara ini ketika deplkoletor datang dan menarik motor di batuda'a. Tapi yang kena imbasnya adalah orang-orang batuda'a yang belum pernah ngambil motor kredit di dealer. Pas mereka mau ngambil tidak perbolehkan oleh pihak dealer. Kayak waktu itu saya nemenin teman saya yang mau ngambil motor kredit disalah satu dealer gorontalo. Saya datang sama teman ke dealer, tepatnya jam 3 sore, saya datang dengan muka berminyak karna waktu itu saya baru pulang maggang. sampai di dealer teman saya berbicara dengan orang dealernya. pembicaraan berjalan dengan lancar sampai muncul pertanyaan...

       'Orang mana, bos?' Tanya pihak dealer, sambil senyum pepsodent.

       'Orang batuda'a, pak!' Jawan teman saya, sambil senyum ciptadent.

       'Oh... orang batuda'a, ya?' seru pihak dealer, sambil mengerutkan dahi.

    'Iya, pak!' jawab teman saya lagi, sambil mengganbungkan kedua senyum, "senyum pepsoden dan ciptadent.

   

Setelah pihak dealer mengetahui bahwa teman saya itu orang batuda'a, pihak dealer pun langsung menolak pengambilan motor kredit dari teman saya. Dengan alasan "orang batuda'a selalu menunggak pembayaran setoran dalam waktu yang lama, kira-kira lamanya itu kayak Rangga AADC berangkat ke amerika dan balik ke indonesia untuk menemui Cinta lagi. Tapi kayaknya itu kelamaan sih. oke, lupakan Rangga dan Cinta. saatnya kembali ke topik, Habibie dan Ainun, eh, maksud saya... pihak dealer dan teman saya. Jadi pihak dealer menolak pengambilan motor kredit dari teman saya karna teman saya orang batuda'a, dan orang batuda'a banyak yang susah dimintain setoran, ditambah lagi pas pihak dealer akan menarik motor kredit yang diambil oleh orang batuda'a selalu saja banyak rintangan sulit, yang tidak kalah sulit dengan rintangan benteng takeshi.

Padahal faktanya adalah, tidak semua orang batuda'a yang seperti itu, di batuda'a juga ada orang yang baik-baik, ada orang alay, jablay, dibatudaa juga masih ada orang yang selalu tepat saat pembayaran setoran. Tapi entah kenapa kampung saya (batuda'a) tercap seperti itu dimata dealer. Salah satu cara untuk kami orang batudaa bisa ngambil motor kredit di dealer adalah menggunakan orang dalam untuk meyakinkan pihak dealer, jadi bisa dibilang orang batuda'a kalo mau ngambil motor kredit harus menggunakan strategi satu dua, atau bisa dibilang tiki-taka, pelan-pelan tapi bisa lolos... walaupun sulit. Teman saya yang juga memainkan strategi itu hingga akhirnya teman saya berhasil mengambil motor kredit, sekaligus mencetak rekor baru; Rekornya adalah... orang pertama yang berhasil mengambil motor kredit ditahun 2015. Atas rekor itu dia  (teman saya) diarak keliling kampung (batuda'a), sambil diteriaki oleh warga batuda'a; Ada yang teriak, "Jangan sampai nunggak! Ada juga yang teriak, jangan lupa bayaran setoran! Ada juga teriak,  bonceng tiga uti! pas nengok ternyata mereka cabe-cabean, yang masih kredit juga." mudah-mudah bisa dicerna maksud dari cabean-cabean kredit.

tapi kalo kejadian ini saya renungkan dan saya pelajari, "kalo misalnya kita tidak bisa membuat bangga orang-orang terdekat kita, minimal jangan buat mereka malu. Karna kalo kita melakukan hal yang memalukan, mereka (orang terdekat kita) juga kemungkinan akan dicap buruk.


MAKASI SAHIP, NDU, BUNDA, OM, SIAPAPUN YANG YANG BACA BLOG INI
MAKASI....!!! JANGAN LUPA TUNGGU POSTINGAN BLOG SAYA BERIKUTNYA, ITUPUN KALO MAU, KALO TIDA MAU BIAR JO UTI, CUMA MUDAH-MUDAHAN NGONI DIA TIDAK  MO KASE LO DEALER KALO MO AMBE MOTOR KREDIT!

KITA SOMO TIDOR DULU WAA, SOALNYA SADIKI LAGI DEPKOLETOR MO DATANG PA KITA PE RUMAH, TAPI DORANG CUMA MO NUMPANG PINJAM WC. 

Thanks...
      

Komentar

Postingan populer dari blog ini