PENGALAMAN AUDISI SUCA 3 (Stand Up Comedy Academy 3)
Salah satu yang paling menarik dari pengalaman saya di makassar adalah, kendala komunikasi. Karna logat orang makassar dan gorontalo agak sedikit berbeda, dari nada berbicara hingga kata tambah dalam kalimat. Karna jujur saja, saya bukannya rasis, tapi satu-satunya kata makassar yang saya tau cuma "KODONG". Jadi setiap kali saya berbicara dengan orang makassar, selalu diakhir kalimat saya tambah kodong. Jadi kalo saya mau beli rokok di makassar; Ibu, beli rokok kodong! Mau beli minum; Ibu, Beli minum kodong! Ada bule lewat; Bule, what is your name kodong!
Setelah panitia datang, peserta-peserta audisi SUCA 3 diminta untuk berbaris denga.n tertib, dan panita audisi membacakan pertaruan audisi. Diantaranya: Periksa kembali persyaratan audisi yang diminta, dilarang menorobos jalur antrian, dan dilarang untuk mengantri dengan posisi doggy style. Setelah panita audisi selesai membacakan peraturan audisi, saya mengantri diposisi lumayan dibelakang. Tapi karna ini ajang pencarian bakat yang akan disiarkan di televisi jadi banyak breaknya. Bayangkan saja, saya datang dari jam 7 pagi, tapi saya dapat nomor peserta dari panitia jam 4. Jadi kalo kita hitung-hitung, 9 jam saya baru dapat nomor peserta audisi. lama sekali, memakan waktu sampai 9 jam, ya kira-kira waktu yang sama dibutuhkan oleh cewek-cewek untuk gambar alis.
Halo para pembaca! Kali ini saya punya cerita tentang pengalaman saya seputar "AUDISI SUCA 3" yang diadakan oleh indosiar di hotel singgasana kota makassar, pada tanggal 22 juli 2017. Maaf ya, kalo tanggal audisinya bukan tanggal cantik soalnya dia jarang perawatan.
Kemarian waktu saya ikut audisi stand up comedy academy 3 saya gagal. Ya, walaupun saya kemarin gagal di audisi, tapi saya punya pengalaman yang ingin saya bagi kepada kalian. Siapa tau diantara kalian yang membaca blog ini ada yang ingin ikut audisi ajang pencarian bakat di indosiar. Entah itu dangdut academy, bintang pantura, microfon pelunas hutang, patroli malam. apapunlah yang ada di indosiar. Eh, Tapi kalo mau masuk patroli malam tidak perlu ikut audisi sih... Cukup buat kasus yang unik pasti masuk patroli malam, bahkan dapat bonus masuk penjara.
Salah satu yang paling menarik dari pengalaman saya di makassar adalah, kendala komunikasi. Karna logat orang makassar dan gorontalo agak sedikit berbeda, dari nada berbicara hingga kata tambah dalam kalimat. Karna jujur saja, saya bukannya rasis, tapi satu-satunya kata makassar yang saya tau cuma "KODONG". Jadi setiap kali saya berbicara dengan orang makassar, selalu diakhir kalimat saya tambah kodong. Jadi kalo saya mau beli rokok di makassar; Ibu, beli rokok kodong! Mau beli minum; Ibu, Beli minum kodong! Ada bule lewat; Bule, what is your name kodong!
Semua kalimat saya tambah kodong. Tapi entah kenapa setiap kali saya mengakhiri semua kalimat dengan kata kodong, orang makassar melihat saya seolah-olah saya pengen cari masalah. Terus teman saya orang gorontalo yang kerja di makassar memberitahu kepada saya bahwa tidak semua kalimat harus diakhir dengan kata kodong. Akhirnya, saya belajar lumayan banyak tentang kota makassar; Dari kuliner, logat, DLL.
Oke, sekarang kita masuk ke point cerita...
Jadi, tanggal 22 juli 2017, tepatnya hari sabtu, saya mengikuti audisi tersebut. Saya datang ke lokasi jam 7 pagi. Sampai di lokasi ternyata panitia audisi atau kru-kru indosiar belum ada. Satu jam saya menunggu bersama peserta-peserta lain akhrinya panitia audisi datang. pada saat panitia audisi datang semua peserta audisi tersenyum dengan tatapan mata yang penuh harapan, kayak anak kosan baru dapat undang makan-makan. Seolah-olah anak kosan berbicara dalam hati, "YES!! makan ayam! setelah satu abad makan acar akhirnya bisa makan ayam."
Setelah panitia datang, peserta-peserta audisi SUCA 3 diminta untuk berbaris denga.n tertib, dan panita audisi membacakan pertaruan audisi. Diantaranya: Periksa kembali persyaratan audisi yang diminta, dilarang menorobos jalur antrian, dan dilarang untuk mengantri dengan posisi doggy style. Setelah panita audisi selesai membacakan peraturan audisi, saya mengantri diposisi lumayan dibelakang. Tapi karna ini ajang pencarian bakat yang akan disiarkan di televisi jadi banyak breaknya. Bayangkan saja, saya datang dari jam 7 pagi, tapi saya dapat nomor peserta dari panitia jam 4. Jadi kalo kita hitung-hitung, 9 jam saya baru dapat nomor peserta audisi. lama sekali, memakan waktu sampai 9 jam, ya kira-kira waktu yang sama dibutuhkan oleh cewek-cewek untuk gambar alis.
lebih parahnya lagi pas dapat nomor peserta audisi, kami para peserta harus menungu lagi dilantai satu hotel singgasana. karna dilantai dua masih ada peserta lainnya yang mengantri untuk tampil didepan juri. Itupun kalo seandainya lolos, peserta masih akan mengikuti tahap kedua.
Pada saat waktu menunjunkan pukul 5 lewat 20 menit, saya akhirnya masuk kedalam ruangan audisi. didalam ruangan audisi hanya ada satu orang kru indosiar yang menilai, bukan juri profesional, seperti: Raditya Dika, Ernest Prakasa, Abdel Achrian. Akhirnya pas saya masuk kedalam saya langsung memperkenalkan diri saya, Dan langsung mengeluarkan bit-bit saya. Setelah saya tampil sekitar 4 menit, si kru indosiar yang bertindak sebagai juri menilai saya...
'Iya, Elson, lumayan bagus penampilannya, tapi untuk kompetisi SUCA 3, belum.
Saya pun bergegas keluar ruangan. Tapi jujur pada saat saya berbalik untuk meninggalkan ruangan, saya berharap si kru yang jadi juri ini memanggil saya dan memberikan kesempatan pada saya untuk melaju ketahap 2 . Karna kan di indosiar biasanya kan ada drama-dramanya gitu. jadi saya berpikir mungkin si kru yang jadi juri ini mau ngasih saya kesempatan tapi pake surprise gitulah, kayak di TV.
Tapi sayang pada saat saya keluar dari ruangan audisi, si kru yang jadi juri tidak memangil saya. Saya pun tetap berpikiran positif, "Mungkin belum rejeki." Tapi kegagalan di audisi tidak membuat saya berpikir untuk berhenti menjadi komika. Saya justru semakin tertantang, semakin semangat untuk belajar, dan semakin percaya bahwa suatu saat nanti saya bisa. Entah kapan, tapi saya masih akan terus belajar hingga pada akhrinya hati saya terpanggil lagi untuk mengikuti audisi stand up comedy tingkat nasional.
saya percaya bahwa mungkin kita harus berhadapan dengan berbagai macam kegagalan, agar kita bisa menjaga sikap disaat kita mencapai keberhasilan.
TERIMA KASIH SO BA BACA KITA PE BLOG...
Wuihh... Tetap semangat bro. Coba lagi Suci. ��
BalasHapusPasti semangatlah! trima kasih atas supportnya!
Hapus