RIVALITAS PREMAN BATUDAA


Selamat datang di blog saya, blog seorang anak Indonesia yang lahir di kota Gorontalo, tinggal di kecamatan Batudaa, desa Ilohungayo, yang jauh dari bikini bottom. Tapi yang harus saya garis bawahi Kecamatan saya. Kecamatan Batudaa adalah Salah satu kecamatan yang ditakuti di gorontalo. Karna Batudaa adalah salah satu kecamatan dengan jumlah populasi preman terbanyak. Batudaa bahkan melahirkan banyak preman ternama di Gorontalo yang berkompeten, yang layak bersaing dengan prajurit tutur tinular. Adapun preman terbaik sepanjang masa di Batudaa. Sebut saja namanya: ABONGO dan ABUHU

Bahkan jika ada penghargaan untuk preman terbaik di Gorontalo, mungkin si Abongo dan si Abuhu yang akan meraihnya. Ibarat sepakbola, Abongo dan Abuhu itu seperti Ronaldo dan Messi. Punya banyak pengkut yang selalu memuja skill mereka, sampai-sampai mereka lupa mengasa skill dalam passion mereka sendiri. Hehe... agak dramatis dan sok bijak ya tulisannya. it's ok, kita lanjut.



Tapi itu seribu persen tidak mungkin terjadi. Kalo itu terjadi mungkin di Gorontalo akan ada namanya  penghargaan "LILANG D'OR"(Lilang adalah istilah di daerah gorontalo yang artinya pisau tajam). Contohnya seperti gambar dibahwah ini:

AWARD BERGENGSI ANTAR PREMAN GORONTALO


Dan kandidat kuat yang akan terus meraihnya di Gorontalo adalah Abongo dan Abuhu. Tapi sayang Abongo dan Abuhu sudah tiada. Mereka telah meninggal dunia. Mereka telah menjadi ALMAHRUM. Kekuasan preman yang mereka miliki tinggal sebuah cerita yang menjadi kenangan. 
Tanpa mengurangi rasa hormat kepada beliau, dan juga kerabatnya, saya akan membagikan kisah mereka yang saya dengar dari berbagai macam orang batudaa. Kenapa? Karena saya asli Batudaa. Darah-darah batudaa mengalir ditubuhku. 

Cerita yang akan saya bagikan ini, tidak ada niat sama sekali untuk menjelek-jelekan mereka (Abongo dan Abuhu). Justru saya ingin mengajak kalian untuk belajar dari kisah hidup mereka. You ready? Tunggu dulu. Sebelum saya melanjutkan cerita saya, ada baiknya saya baca doa dulu. "Semoga saya aman dari preman batudaa." Karna saya pribadi bukan seperti orang batudaa pada umumnya, yang terkenal di Gorontalo sebagai orang yang pandai bermain lilang. Saya tidak seperti itu. Karna jangankan motong orang, motong sayur kangkung saja... malah tangan saya yang luka.

Okey, mari saya mulai ceritanya. (BISMILLAHIRROHMANIRROHIM, Ya... ALLAH, jauhkanlah saya dari ancaman preman Batudaa. Amin). Let's go...  

Di kecamatan Batudaa terdapat dua preman tangguh yang memiliki genk. Kedua preman itu bernama Abongo dan Abuhu. Menurut cerita yang saya ketahui, Abongo dan Abuhu saling bermusuhan. Ada beberapa teman saya bilang kalo permusuhan mereka berawal dari balas dendam antar keluarga. Jadi ayahnya si Abongo membunuh ayahnya si Abuhu, Lalu si Abuhu balas dendam dengan membunuh ayahnya si Apolo, Lalu  si Apolo dendam berniat untuk membunuh si Mananu, dan Mananu juga siap untuk membunuh si Apolo. Tapi motif dari permusuhan ini belum bisa dipastikan benar. Karna saya pribadi belum pernah meng-interview keduanya (Abongo dan Abuhu), Kenapa? Karna saya takut dibunuh. Tapi motif balas dendam antar keluarga ini banyak saya dengar dari berbagai macam orang batudaa yang berdarah murni. Tapi bukan berariti golongan darah orang Batudaa "L" (LILANG).

Belajar dari serial anime favorirt saya, yaitu "DETECTIVE CONAN", saya rasa motif balas dendam antar keluarga ini lumayan masuk makal juga. Yang aneh kalo misalnya motif permusuhan antara Abongo dan Abuhu disebabkan oleh "NORMAN KAMARU". 

"Tidak mungkin kan, motifnya si Abongo adalah  ngefans berat sama Norman Kamaru karna Norman Kamaru upload video lipsing goyang ala india di youtube, Sementara si Mananu benci sama Norman Kamaru karna si Mananu lebih suka kalo Norman Kamaru buat video lipsing goyang ala korea ketimabang goyang ala India, Terus karna Mananu tidak suka dengan video Norman yang goyang ala india di youtube, akhirnya Mananu menjelek-jelekan Norman Kamaru di Batudaa, Terus si Apolo sebagai fans beratnya yang tidak terima akhirnya mengajak si Mananu untuk berkelahi hingga titik darah pengahabisan, semenjak saat itu pula muncul konfilk antara mereka berdua (Abongo dan Abuhu), yang disebabkan oleh video youtube goyang india ala NORMAN KAMARU." Itu motif yang aneh sih ya.But, this real. Sejarah pertempuran mereka benar adanya yang saya belum tau pasti motifnya. Masa iya saya harus minta tolong pada "DETECTIVE CONAN" agar saya tau motifnya seperti apa. 

Menariknya lagi Abongo dan Abuhu memilik genk yang berisikan orang-orang yang terpilih dalam bidang pekelahian jalanan, orang yang sudah hatam dengan hal-hal seperti itu. Ciri-cirinya: Pandai bermain lilang, tidak takut mati, dan tidak takut dengan goyang india ala NORMAN KAMARU. Tapi ciri-ciri yang ketiga  semua orang juga tidak takut sih... termasuk anak SD yang tiap hari pake minyak rambut tokyo ke sekolah. Dan kayaknya hampir semua warga batudaa tau bahwa Abongo dan Abuhu mengumpulkan Genk mereka untuk melakukan pertempuran secara resmi, walaupun tanpa izin dari kantor camat, kantor kepolisian, dan NORMAN KAMARU.

Dan yang saya tau, tapi mohon maaf jika saya salah, kalo ada orang Batudaa yang membacanya. "Pertempuran itu dimenangkan oleh Abongo dan genknya. Karna Abuhu tewas terbunuh ditangan Abongo dan kawan-kawan. Senjata yang dipakai adalah LILANG." Saya pribadi tidak bisa menceritakan secara kronologis peristiwa dari pertarungannya seperti apa. Karna saya pribadi tidak terlibat dalam pertempuran itu. Buat anak yang introvert seperti saya, Main game ular dihape nokia jau lebih menarik dibanding tawuran antar genk. 

Tapi menurut saya pribadi, peristiwa ini yang memicu lahirnya generasi preman-preman berkompeten di Batudaa, yang membuat Batudaa menjadi salah satu momok yang menakutkan di Gorontalo. Bahkan banyak anak-anak Batudaa yang masih SD pengen jadi preman. Ini sumpah true story, jadi waktu itu saya pernah nanya ke salah satu anak SD, dan ciri-cirinya ini juga sudah terlihat kalo impiannya pengen jadi preman sih. Anak SD ini ciri-cirinya: Pake celana ketat kayak boy band, rambutnya pirang kuning berantakan kayak mangga isap, pake sendal beda merek; yang sebeleh kiri swallow dan yang sebelah kanan ardiles. Tapi dari ciri-ciri itu saya berspekulasi bahwa anak SD ini adalah, "Preman junior yang menyamar jadi boyband dengan gaya rambut kayak mangga isap agar dianggap sebagai preman kekinian." Anak SD ini lagi nongkrong didepan rumah Saya sambil menghisap rokok. Melihat anak ini masih SD sudah jadi perokok, saya pun bertanya dengan spontan...

   'Ngana pe cita-cita suka jadi apa?' Tanya saya.

   'JADI PREMAN!' Jawab si anak SD, dengan nada bicara yang tak sopan.

   'Preman? Ke-kenapa?' Tanya saya lagi, dengan ekspresi muka yang bingung.

   'So banyak yang jadi guru, so banyak jadi polisi,  baru bikin apa lagi cita-cita?' Jawab si anak SD, dengan ekspresi muka bahwa seolah-olah dia anak yang paling jenius.

Mendengar apa yang anak ini katakan saya langsung bergegas masuk kerumah sambil kebingungan. Nanawau, Masih SD pengen jadi preman. Harusnya kan... nanti kalo sudah besar. Maksud saya anak  ini pengen jadi preman dengan motif, "Bahwa di Indonesia sudah ada yang mengisi semua pekerjaan; Polisi ada, guru ada, dokter juga ada, dan semua sudah ada. Buat apa saya punya cita-cita?" Miris lho, padahal indonesia  butuh generasi yang bermanfaat. Tapi yang aneh kalo saya pikir-pikir ini anak masih SD pengen jadi preman, Kalo anak SD ini nodong orang pake apa coba? PENSIL 2B? Bayangin coba, "Serakan uang kalian! kalo tidak, muka kalian saya gambar pemandangan, saya gambar gunung, saya gambar rumah, saya gambar matahari!" Ini anak SD mau nodong orang apa mau ngerjain PR (Pekerjaan Rumah)?

Alasan saya menceritakan semua ini di blog saya adalah karna saya pernah ngerasain yang namanya dipalak sama preman batudaa, Untungnya saya tidak dipukul, ditodong, apalagi sampai ditempong. Yang paling parah, saya pernah beli rokok hanya sebatang, karna uang saya cuma seribu waktu itu, terus ada satu preman batudaa yang ciri-cirinya: Laki-laki sudah tua sekitar 30 tahun ke atas, dia  pake anting-anting harga lima ribu, dia juga pake cincin batu akik yang KW, dan dia pake kaos gambar lilang menggambarkan identitasnya. Preman itu tiba datang ke saya sambil ngomong...

   'Mana rokok pa ngana satu batang uti ?! Kata si preman, dengan nada bicara yang menakutkan kayak cewek lagi PMS.

   'Saya pe rokok olo cuma satu, om.' Jawab saya, dengan nada bicara yang sopan demi menjaga nyawa saya.

   'Mana itu rokok nanti ba bili ulang jo ngana.' Kata si preman, dengan nada bicara yang kasar.

   'iya, ini ambe jo om. Jawab saya, nada bicara yang sopan sambil senyum paksa demi menjaga nyawa saya.

Setelah itu saya langsung kembali ke rumah. Tapi saya bingung, rokok yang saya beli sudah saya kasih ke preman PMS itu, terus saya ngisap apaan? Sabar aja sih ya. Itulah yang membuat saya menjadi resah, dan memilih membagikan keresahan ini di blog saya.

Aniway, menurut saya pribadi, bebas-bebas saja sih... mau jadi orang seperti apa kita dalam hidup. Tapi kalo yang kita mau justru merugikan orang lain dan diri sendiri buat apa juga? Mending Kita mencari tau apa sih yang sebenarnya yang kita mau, lalu apa yang sebenarnya kita butuh, dan apa yang harus kita lakukan untuk membuatnya menjadi nyata, agar kita punya tujuan hidup yang baik dalam melangkah untuk masa depan.

And, makase banyak so ba baca kita pe blog ini. Semoga dari kisah Almahrum Abongo dan Almahrum Abuhu, ada yang bisa kalian pelajari.


Komentar

Postingan populer dari blog ini