MOVE ON DARI MINYAK RAMBUT
Puberitas setiap anak mulai terlihat saat dia SMP. Dulu waktu SD saya culun dan agak kaku, Kayak Robocop belum disunat gitulah. Makanya pada saat SMP Saya mulai mengamati ciri-ciri
anak SMP yang gaul . Setelah diamati ternyata anak-anak SMP yang
gaul, tepat di sekolah saya (SMP Negeri 1 Batudaa), adalah mereka yang kalo pergi ke sekolah pake minyak rambut "Gatsby". Sementara
saya dari SD kalo pergi ke sekolah pake minyak rambut tokyo; dengan spesifikasinya: Licin dan harganya murah.
Namun harus diakui, sulit untuk move on dari minyak rambut tokyo ke minyak rambut Gatsby. Bukan soal harganya, tapi soal licinnya. Minyak
rambut tokyo itu licinnya minta ampun! Saking licinnya minyak rambut tokyo kalo
ada kutu lagi latihan lari buat persiapan sea games, itu kutu pasti kepleset,
akhirnya kutu itu cedera hamstring, gagal mewakili Indonesia di sea games; lalu kutu itu
frustasi, stress, bunuh diri, dendam jadi kutu ngesot; Rambut pun
menjadi angker. Saking licinnya tuh!
Masalahnya dari minyak rambut Gatsby adalah efeknya; Begitu dipakai rambut jadi keras banget... lebih keras dari ibu kota Jakarta. Bepikir dan berpikir, "Apa iya saya harus pakai minyak rambut Gatsby? Apa iya saya harus meninggalkan sesuatu yang nyaman hanya untuk terlihat keren dan gaul?"
Tapi mau tau tidak mau karna hasrat untuk menjadi salah satu anak gaul di SMP Batudaa yang begitu membara didalam diri, saya pun memutuskan untuk move on dari minyak Tokyo ke minyak rambut Gatsby. Entah kenapa begitu pakai minyak rambut Gatsby saya merasa jauh lebih karismatik; Imajinasi dalam kepala juga mulai bermain; Terbayang nanti begitu masuk ke dalam sekolah saya akan disambut oleh anak-anak gaul; lalu cewek-cewek bakal histeris dan berteriak,
'ELSON... I LOVE YOU!!! HAMILI AKU!!!'
Nyatanya, begitu masuk ke dalam sekolah, BOOM... Yang nyambut saya cuma satpam sama tukang somay, sambil ngomong,
'Kamu ini terlambat mulu!? Cepetan masuk!' Sialan... Malah diomelin sama satpam! Tukang somay juga ikut-ikutan ngomel lagi, mending somaynya enak.
Apalagi pas masuk ke dalam kelas nggak ada satu pun teman yang negur. Nggak di respect apa sama perjuang saya untuk move on dari minyak rambut Tokyo ke Minyak rambut Gatsby!? ini malah acuh banget, kayak cewek ketemu mantannya yang kere; Mantan yang isi dompetnya cuma KTP, doang.
Kalo tau gitu mending saya ke sekolah pake soda api aja. Despret banget. Saya telah menceraikan minyak rambut tokyo dan berselingkuh dengan minyak rambut Gatsby hanya untuk sesuatu yang lebih baik, padahal tidak ada bedanya. Entah apa yang dirasakan oleh minyak rambut Tokyo pada saat saya meninggalkan dia; Semoga dia (Minyak rambut Tokyo)
tidak stress dan bunuh diri.
Namun dari sini saya belajar satu hal; Terkadang kita berpikir meninggalkan sesuatu yang lama hanya untuk mencari sesuatu yang baru demi sebuah pengakuan. Hingga akhirnya kita lupa bahwa kenyamanan adalah sesuatu yang paling dibutuhkan oleh setiap orang. Kalo kita sudah punya sesuatu yang beda dari yang lain, buat apa kita berpikir untuk menjadi seperti mereka? Bukankah yang beda jauh lebih menarik? YEAH... SEEM LIKE THAT.
Komentar
Posting Komentar