FENOMENA GOLA
Salah satu yang paling saya benci di Gorontalo ketika muncul musim gola. Gola adalah sebuah istilah di Gorontalo yang berarti “Penculik anak kecil”. Jangan samakan gola dengan penculik lainnya, karna mereka jauh lebih kejam. Mereka menculik anak kecil untuk diambil orang tubuhnya dan dijual. Itulah gola, penculik anak kecil. Kalau penculik suami orang itu bukan gola, itu pelakor. Bedanya kalo gola tujuannya mengambil organ tubuh. Kalo pelakor tujuannnya mengambil isi dompet. Ketika musim gola tiba banyak hal berubah dalam lingkungan. Ada 3 hal yang membuat saya jengkel:
1. Visi Misi Gola Yang Turun Temurun.
Dari masih SD sampai sekarang sudah lulus SMK, saya belum bisa terima dengan hal ini. True story, menurut Banyak yang orang di Gorontalo, incaran gola sebenarnya adalah kepala. Setiap kali dengar jawaban ini saya selalu bertanya lebih lanjut:
“Emang buat apa gola ngambil kepala? Dan hampir semua orang yang tau, atau sok tau, mereka menjawab:
“Jadi nanti kepala anak kecil dipenggal, kemudian mereka taruh dibawah jembatan.
“Hah? Buat apa?”
“Supaya jembatan gak gampang rubuh!” Setiap kali mendengar hal ini, ingin rasanya saya berkata kasar. “Apa hubungannya kepala anak kecil dan jembatan gak rubuh? Emang kepala anak kecil terbuat dari semen? Itu kepala orang! Ngapain dijadiin pondasi?
Mungkin diantara kalian pasti ada yang gak percaya, tapi serius ini benaran nyata. Waktu kecil saya iya-iya aja, namun setelah tumbuh dewasa dengan logika berkembang, saya makin bingung dengan visi misi Gola. Sulit dipercaya. Pikirin aja coba, “Gola membunuh dan memenggal kepala orang, hanya demi jembatan gak rubuh?” Intinya gola lebih sayang jembatan dibanding manusia. Ini menimbulkan kecurigaan, ada hubugan emosional apa Gola dan Jembatan? Jangan-jangan Gola penyembah jembatan? Kalo beneran iya mungkin agama Gola, sungai? Aneh banget.
2. Lingkungan Sepi.
Setiap kali di Gorontalo ada musim gola lingkungan menjadi sangat sepi. Bahkan cabe-cabean yang biasanya berkeliaran dengan ganas, memilih untuk diam di rumah, dan mengontrol birahinya. Semua orang menjadi takut keluar rumah. Jadinya serba salah. Mau keluar malam takut diculik, mau keluar siang takut hitam, mau keluar negeri gak punya duit. Macam-macam takutnya. Pernah ada satu kejadian waktu masih SD, disaat mau main keluar rumah, saya ditegur sama Ibu,
“Jangan main jauh-jauh?”“Emang kenapa, Mah?”
“Lagi musim Gola! Nanti kamu diculik!” kata Ibu memperingati. Kemudian karna saya waktu kecil penakut, (Sampai sekarang juga, sih) Saya pun mengurungkan niat untuk bermain dan kembali ke rumah. Kebayang juga, gimana kalo misalnya lagi main petak umpet, terus pas lagi ngumpet tiba-tiba saya diculik. Kan kasihan juga teman-teman yang lagi main; Mereka nyari-nyari saya di lokasi tempat main, gak taunya saya udah di neraka. Makanya rumah menjadi tempat perlindungan paling aman. Home sweet home.
3. Hoax Seputar Gola Beredar.
Ketika muusim Gola tiba beritanya beredar dimana-mana. Hoax pun juga berdatangan. Apalagi kalo lagi nongkrong. Itu pasti akan ada seorang teman yang meyebar isu di tongkrongan. Kayak saya pernah lagi nongkrong rame-rame terus ada seorang teman ngomong:
“Eh.. kalian tau gak, Gola itu bisa menyamar jadi hewan loh?”“Masa, sih?” tanya Saya.
“Iya, mereka kan punya ilmu hitam!” seru seorang Teman. “Mereka bisa berubah macam-macam. Bisa berubah jadi anjing, tikus, ular, burung, kucing, pokoknya macam-macam!”
Mendengar hal itu saya hanya diam, bingung, dan berkata dalam hati: “Kira-kira Gola bisa gak ya berubah jadi, pokemon?”
Tapi begitu tau bahwa Gola bisa menyamar jadi hewan. Kadang saya parnoan. Ngeliat ada cicak di diding (ya iyalah.. namanya cicak pasti diding, gak mungkin dalam kulkas), Terus karna parnoan yang bercampur aduk dengan iseng, saya menembak cicak itu menggunakan karet gelang, berharap pas cicak itu jatuh dia menampakan wujud aslinya (Alias Gola). Tapi yang ada cicak itu bukannya berubah jadi Gola, malah jadi almahrum. Kasihan si cicak mati dalam keadaan terfitnah. Semoga dia khunul khotimah.
Ada banyak hal yang tak saya pahami tentang Gola. Membunuh orang yang tak bersalah, layaknya seperti Thanos, dkk. Bedanya Gola gak nyari infiny stone. Seandainya di kampung saya ada Avegers mungkin kami jauh lebih tenang bila mereka datang dan menyerang. Menariknya adalah, seumur hidup saya belum pernah melihat langsung profil Gola itu seperti apa. Ada beberapa teman yang sudah pernah melihat langsung saat mereka tertangkap. Dan wujud mereka layaknya manusia biasa kata banyak orang. Namun mereka punya ilmu hitam, saya juga tidak tau sehitam apa ilmunya, yang jelas luar biasa. Sewaktu SD saya meragukan keberadaan mereka. Makanya saya menanyakannnya kepada Ibu: “Mah, Gola itu beneran ada?”
“Iya,” jawab Ibu saya.“Masa, sih?” tanya saya. “jangan-jangan Cuma mitos!”
Ibu menatap saya dengan dalam, lalu berkata, “Kamu tau gak kenapa tante Ola dikasih nama Ola?” (By the way Tante Ola itu sepupuh Ibu saya).
“Gak tau, Mah,” jawab saya sambil menganggukan kepala. “Emang Kenapa?”
“Waktu dia masih bayi, dia pernah diculik sama gola...”
“Hah? Terus?”
“Tapi dia berhasil diselamatkan oleh warga...”
“Terus golanya ketangkap?” potong Saya.
“Golanya berhasil kabur!”
“Kabur kemana?”
“Mana mama tau! Mama kan guru, bukan peramal”
“Jadi intinya gola itu beneran ada?”
“Iya,” jawab Ibu meyakin saya.
Sejenak saya diam dan mencoba memahami cerita kriminal itu (Penculikan dibawah umur). Penasaran dengan ceritanya saya bertanya lagi: “Terus tante Ola gimana?”
“Alhamdulillah gak apa-apa...” jawab ibu. “Itulah kenapa tante Ola dikasih nama Ola!”
“Hah? Maksudnya?” tanya saya dengan bingung.
“Iya, sebenarnya nama tante Ola itu dulu bukan Ola, terus diganti jadi Ola!”
“Jadi nama Ola itu.. plesetan dari Gola?” tanya saya memastikan.
“ Iya!” kata ibu dengan lugas.
Sekali lagi saya hanya terdiam dan mencoba mencerna cerita nyata itu, tapi berbau absurd. Jujur saya tak percaya dengan kisah tante Ola itu, namun banyak keluarga dan beberapa orang yang juga menceritakannya, dan ceritanya sama persis. Karna tante Ola pernah diculik sama Gola, terus namanya di Ganti Ola, plesetan dari Gola. Gila, ya? Berarti kalo waktu kecil tante Ola diculik sama Joker, mungkin namanya jadi Oker? Oh my god... Tante Ola it’s amaizing! Dengan logika yang sama, jangan-jangan artis Olla Ramlan... juga pernah diculik oleh Gola?
Saat ini harapan saya sederhana, Jika diantara kalian yang sedang membaca tulisan ini ada yang bersekutu Gola, katakan pada mereka: “Kami (Gorontalo) tidak takut. Kecuali saya.
Komentar
Posting Komentar