TRYING CLOSER
(SWEET WOMAN) 




Saat membuka facebook saya melihat sebuah postingan (foto) dari seorang wanita. Sebut saja namannya Andine. Umurnya setara dengan saya (19 tahun). Sejenak postingannya membuat saya berhenti melakukan scrool ke bawah. Dia terlihat cantik dengan senyumannya yang manis. Entahlah dia cantik beneran atau hanya karna efek kamera, yang mampu menipu kornea mata. Penasaran stalking pun terjadi. Setelah melihat postingannya saya beropini, "Seperti dia wanita yang beda." Kenapa? Karna setiap kali dia foto gayanya biasa aja, dan tidak berlebihan. Beda dengan cewek-cewek zaman sekarang yang kalo foto semua body language-nya bermain. Dia juga jarang update status, padahal lagi online. Pokoknya bisa dibilang dia agak beda gitulah. Hal ini pula membuat saya sedikit tertarik dan penasaran. Makanya pernah ada satu kejadian saat Dia posting foto, terus saya langsung komen: 

   
   "Sempurna." tulis Saya dikomentar. Iyalah dikomentar, gak mungkin dibatu nisan. Lalu ternyata dia merespon komentar saya dengan memberikan emotikon sedih. 
     "Dipuji kok sedih?" tanya Saya. 
     "Tidak ada manusia yang sempurna." Balasnya dengan emotikan datar. 
   "Pokoknya sempurna, titik!" balas Saya mengajak bercanda. Lalu Dia membalanya dengan emotikon tertawa. Semenjak percakapan itu muncul perasaan untuk mengenalnya lebih jauh.

Seiring berjalan waktu kami berdua sering like-like foto, dan bercanda dikolom komentar. Sampe disuatu saat saya melihat dia update status: "Send nomor whatsapp." Lalu dia menulis nomor whatsapp-nya dalam status itu. Jujur aja promo-promo nomor whatsapp distatus gitu, alay baget sih, cuma karna saya juga tertarik sama doi, jadi dimata saya dia gak alay. Maaf harga diri saya semurah itu. 

     Kembali ke topik
    Keesokan harinya dia menghapus statusnya itu (Send nomor whatapp). Mungkin dia sudah sadar kalo itu alay. Atau mungkin dia diomelin sama ibunya: "Kamu ini promo-promo nomor whatapp di facebook!   Kamu pikir itu bagus? Itu alay! Mending promo di bigo live!" Gak tau ya, mungkin kayak gitu. Namun untungnya saat dia menghapus statusnya itu,  saya sudah menyimpan nomor whatapp-nya. 

      Beberapa hari kemudian, saya mengirimnya pesan: "Tes kontak." 
     "Ini siapa, ya?" balasnya. "dan nomor saya dapat dari mana?" 
     Dia lupa kalo dia pernah promo nomor whatsapp-nya di facebook, atau kata lainnya, "Dia lupa kalo dia pernah melakukan tindakan alay".
    "Ini saya, cowok yang sering buat meme di facebook." balas saya. "nomor kamu juga saya dapat di facebook, kan kamu pernah jadiin status."
     "Oh iya." balasnya. "Iya sih, pernah dijadiin status, cuma statusnya udah dihapus. Oh iya jangan dikasih ke orang-orang ya nomornya.
      "Ok siap." balas Saya. Sejenaknya saya berhenti nge-chat dia. Paling gak udah temenan di whatsapp.

Beberapa menit kemudian, dia membuat snap: "Isinya foto gado-gado, dengan caption, 'Udah tau aku gak suka gado-gado, malah dibeliin'!" Saya gak tau status itu ditujuin ke siapa. Namun melihat snap itu dengan spontan saya membalas, "Aku juga gak suka gado-gado. Jangan-jangan kita jodoh."
     "Kamu Ikut-ikutan." balasnya. Padahal jujur aja ya, sumpah.. saya emang gak suka gado-gado. Gak tau kenapa, yang jelas gak enak aja.
     "Gak percaya, Beneran... aku emang gak suka gado-gado." balas Saya. "Maaf ya, kalo ganggu." Dia pun membalas dengan emotikan sip. Mungkin kalian bingung kenapa chat kedua saya kayak gitu (Maaf ya, kalo ganggu). Saya ngechat kayak gitu, bukan karna ngambek gara-gara dia gak percaya kalo saya gak suka gado-gado. Gak mungkin juga ada cowok kayak gitu. Entar gak enak lagi kalo misalnya jadi berita di line today: "Seorang pria gorontalo ngambek, gara-gara cewek yang mau dia gebet gak percaya kalo dia gak suka gado-gado." 

        Kembali ke topik. 
       Saya nge-chat kayak gitu, karna sejauh yang saya tau, dia itu tipikal cewek yang hanya mau chat sama orang yang udah dia kenal di dunia nyata. Walupun begitu, saya tidak putus asa. Karna saya percaya bahwa ketika ada cewek yang jutek saat diajak kenalan, bukan berarti dia gak mau, mungkin saja dia ingin melihat seberapa besar perjuangan si cowok untuk mendekatinya. Makanya keesokan harinya, tepatnya jam 7 malam, saya memberanikan diri untuk nge-chat dia. Dengan sopan saya menyapa: 
      
     "Ass. wallaikum, malam Andine. Boleh chat gak? Mau kenal kamu lebih jauh?" Setelah pesan itu terkirim perasaan saya deg-degan menunggu balasannya. 1 jam berlalu dia masih belum me-read pesan itu. 30 menit kemudian begitu saya cek lagi ternyata dia sudah me-read pesan itu. Namun parahnya dia tidak merespon sama sekali. 
    "Anjrit... diread doang!" ujar Saya saat mengetahuinnya. Sedih rasanya saat pesan kita cuma diread oleh orang yang kita suka. Yang gak tau sedihnya kayak apa, Itu ibaratnya, kalian lagi download lagu di internet, terus pas unduhannya mau selesai, tiba-tiba hape kalian digadai sama orang tua. 

      Dari kejadian itu saya tau dua hal: Pertama, dia cuek bukan karna ingin melihat saya berjuang lebih keras dalam mendekatinya. Melainkan dia memang gak mau sama saya; Kedua, jangan mudah jatuh cinta hanya karna penilaian sejenak. Biarkanlah hatimu tumbuh dengan perasaan cinta yang sesungguhnya.
    
    
      

       

Komentar