KETIKA
JOMBLO KE BIOSKOP
Sebagai jomblo, saya
selalu minder kalo pergi ke bioskop sendiri. Bearnaise bisa saja ngajak teman
buat nonton. Cuma rata-rata teman dekat saya itu masih kuno. Kuno dalam artian,
bukannya mereka dinosaurus, orang utan, gak gitu. Jadi kalo misalnya saya ajak
mereka, “Bro, nonton film di bioskop, yuk?
“Ngapain nonton film di bioskop?” kata
Teman saya. “buang-buang duit. Mending nonton di rumah aja, gratis!” Tapi
mirisnya, pas saya mau pergi ke bioksop ada teman saya datang, trus dia
ngomong, “Elson, mau ke bioskop, ya?”
“Iya,” jawab Saya.
“Nih ...,” kata dia, sambil memberikan sesuatu.
“Apa nih?”
“Flash disk,”
“Iya tau, tapi buat apa?”
“Nanti kalo udah selesai nonton
jangan lupa filmnya disalin, ya.”
“Astaga, kau gila apa gimana sih?” kata
Saya dengan emosi. “kau pikir bioskop kayak warnet?!”
“Emangnya gak boleh?”
“Pikir aja sendiri!”
Makanya gara-gara itu saya kalo nonton
film bioskop selalu sendiri. Sampe tiba dimana salah satu film favorit saya
rilis di bioskop: “Avengers Infinity War”. Pada saat itu pula saya dilema, bingung mau nonton sama siapa. Ngajak pacar gak punya. Ngajak
teman tapi mereka takut rugi. Ngajak nenek saya tapi dia gak kuat ase. Karna
pengen banget nonton akhirnya saya memberanikan diri untuk pergi ke bioskop
sendirian. Menaiki motor saya yang setorannya belum lunas.
Di perjalanan menuju bioskop saya deg-degan,
Takut kehabisan tiket. Karna saya tinggal di kampung (Batudaa), dan jarak dari
kampung saya ke kota sekitar 30 menit, makanya resiko kebahisan tiket tinggi
sekali. Apalagi bioskop di gorontalo hanya ada satu, jadi kalo kehabisan tiket harus nunggu besok. Kalo besok masih
kehabisan tiket juga, terpaksa harus tidur di mall. Pokoknya gitu terus sampe filmnya gak tayang lagi di bioskop.
Dan ternyata ketakutan saya benar terjadi. Pas
nyampe, tiket “Avengers Infinity War” sold out. Sialan. Jauh-jauh datang dari
kampung ke kota pas nyampe tiketnya habis. Itu ibaratnya kalian pdkt dengan
cewek selama 3 bulan, pas kalian tembak, Ceweknya jawab, “Maaf, ya, Aku udah operasi
kelamin!”
Karna tiketnya sudah sold out terpaksa
pulang ke rumah. Besoknya, saya datang ke bioskop jam 5 sore. Sama seperti
kemarin saya datang sendiri. Dan pada saat mau beli tiket saya minder banget.
Soalnya saya antri dibelakang orang yang beli tiket lebih dari tiga. Ada yang
beli 4, ada yang beli 6, bahkan ada yang beli 10. Sementara saya dibelakang
mereka cuma mau beli 1 doang.
Akhirnya saya mikir, “Apa saya beli dua tiket
aja? Terus satu tiketnya saya kasih ke tukang parkir di depan. Sialan. Susah
amat sih jadi jomblo, mau beli tiket bioskop aja harus munafik.” Sementara berpikir tiba-tiba giliran saya.
“Ya, silahkan, mau nonton film apa?”
tanya Karyawan tiketnya.
“Avengers Infinity War,” jawab Saya.
“Berapa kursi?”
“Sa-sa-satu,” jawab Saya dengan
mindernya. Terus orang yang antri dibelakang ngeliat saya dengan tatapan
sarkastik gitu, kayak seolah-olah dalam hati dia ngomong. “Kasihan amat nih
cowok. Pasti dia jomblo yang terisolasi dari pergaulan.”
Parahnya
lagi, saya datang ke biokskop jam 5 sore, buat ngincar tiket Avengers Infinity
War yang jam setengah 7. Tapi pas nyampe tiketnya habis dan dapetnya yang jam 9
doang. Jadi saya harus nunggu sendirian selama 4 jam. Ya, kurang lebih waktu
yang sama dibutuhkan oleh seorang cowok jika menunggu ceweknya yang sedang
gambar alis.
4 jam
nunggu sendirian pasti bete banget. Apalagi handphone saya pada saat itu gak
ada kuota. Jadi betenya itu benar-benar luar biasa. Makanya selama nunggu saya
keluar masuk mall, pergi ke tempat parkir buat ngerokok. Soalnya mall di
gorontalo belum ada smoking room. Saat saya tengah asik menikmati sebatang
rokok, tiba-tiba ada security mendatangi saya.
“Permisi, Pak, mohon maaf tolong jangan
nongkrong disini!” kata Security. “ini tempat parkir, kalo mau nongkrong di
dalam aja.”
“Iya, Pak, saya cuma ngabisin rokok doang,
kok,” balas saya.
“Mohon maaf sekali lagi, Pak, tapi sudah
peraturannya disini, ‘Dilarang nongkrong di tempat parkir’.” kata security
menyuruh saya pindah. “Kalo mau ngerokok silahkan cari tempat lain.”
“Iya, pak, permisi,” kata saya sambil
beranjak pergi dari tempat parkir.
Sungguh menyedihkan; Udah jomblo, nonton film di bioskop
sendirian, mau nonton harus nunggu 4 jam, diusir lagi dari tempat parkir.
Terpakasa saya keluar dari mall, dan nongkrong ditempat pangkalan tukang bentor
yang tidak jauh dari mall. (Buat yang belum tau, Bentor itu salah satu
transportasi umum di gorontalo. Cek aja di google).
Saat nongkrong di situ, saya sadar bahwa
cobaan dalam hidup memang tidak akan pernah ada habisnya. Lagi asik-asik
ngerokok, tiba-tiba datang seorang ibu-ibu, dia ngomong ke saya, “Om, antarin
saya ke apotik sehat baru,” Sialan saya dikira tukang bentor. Parahnya lagi dia manggil “Om”. Kalo pun saya beneran tukang bentor saya gak terima
dipanggil Om. Ibu ini melakuan dua kesalahan sekaligus. Tinggal tambah 3 doi
savage. Karna kesal saya tidak menggubris Ibu itu dan memilih pergi. Si Ibu itu
memanggil saya,
“Eh, Om bentor, antarin ke apotik dong!”
“Saya bukan tukang bentor, bu,” jawab Saya dengan
sopan.
“Terus yang punya bentor ini siapa?” tanya
si Ibu.
“Mana
saya tau? Emang saya roy kiyoshi!” jawab saya menggurutu.
Selepas
dari situ saya kembali masuk ke mall, naik ke lantai 4, tempat dimana bioskop
berada. Saya menunggu di sekitar area pintu teather. Dan saya itu duduk
di samping anak kecil, yang tengah asik bermain mobile legend. Karna setau saya
anak kecil itu polos, saya becandain aja. “Adek, tethring dong?” Anak kecil itu
melihat dengan tatapan sinis. Lalu dia berkata, “Apa, sih, gak kenal!” Kemudian dia pergi.
Setelah menunggu selama 4 jam akhirnya suara panggilan masuk ke dalam teather terdengar: “Pintu teather 2 telah dibuka. Para
penonton yang telah memiki karcis, dipersilahkan masuk ke dalam ruangan
teather!”
Saya langsung masuk.
Tapi ada satu hal yang saya sesalkan.
Yaitu, seat kursi. Jadi seat kursi
saya itu paling atas dan ditengah. Masalahnya di sebelah kanan saya itu ada
sepasang kekasih, begitupun di sebelah kiri. Jadi saya itu duduk diantara orang
pacaran. Bayangin betapa menderitanya? Jomblo dan harus duduk disamping
orang pacaran. Itu ibaratnya kalian lagi nongkrong sama teman, dan semuanya pada main pubg. Sementaraa kalian cuma main game ular di hape nokia.
Duduk diantara orang pacaran itu pahit
banget. Karna orang kalo pacaran pasti
mesra-mesraan. Itu mereka yang di samping saya juga kayak gitu. Cowo yang disebelah
kanan meluk pacarnya. Yang disebalah kiri juga meluk pacarnya. Saya ditengah
mereka bingung, bingung mau meluk siapa? Karna bingung saya peluk security di luar.
Jujur aja saya
merasa lagi di gangbang oleh dua pasangan sekaligus. Apakah Ini yang dinamakan
serangan khusus terhadap jomblo yang berani keluar di malam minggu? Tidak cukup sampai disitu. Cowok kalo sudah
dipeluk sama pacarnya, pasti dia mengingkan sesuatu yang lebih. True story,
Pada saat saya sedang fokus menonton, tiba-tiba dari sebelah kanan terdengar
suara: “Ummuah... ummuah... Ummmmuah!!” Dalam hati saya, “Wah, pasti mereka
lagi ciuman, gak mungkin lagi jambak-jambakan.”
Untuk memastikan benar atau tidak, saya
pun mengeluarkan ilmu kepo. Saya menengok kearah mereka, dan ternyata benar, mereka lagi ciuman. Pada saat melihat
mereka ciuman saya merasa beruntung. Karna saya cuma beli satu tiket film, Tapi
di dalam bioskop saya menonton dua film sekaligus: Avengers Infinity War, dan
Sepasang kekasih yang lagi war.
Bedanya kalo Avenger bertarung bermodalkan
kekuatan super, mereka bermodalkan nafsu super. Namun sebagai bad boy, yang
jomblo, saya hanya bisa diam saat melihat mereka ciuman. Karna gak mungkin saya
sok asik. Ngomong ke cowo disebalah kanan: “Bro, bagi dong?”
Dan yang paling membuat saya kagum adalah
volume ciuman mereka. Karna suara di dalam bioskop keras banget. Apalagi film
saya tonton Avegers, yang ber-genre action. Tapi kok bisa suara ciuman mereka
kedengaran? Ini mulut mereka terbuat dari “Knalpot racing” apa gimana? Lucunya
pas filmnya selesai, lampu bioskop nyala, terus si Cowok yang ciuman itu nanya
ke saya:
“Eh.. Bro, endingnya gimana?” Saya kaget
dan mikir, “Nih, Orang ciuman berapa menit, sih?” Soalnya seingat saya dia
ciuman sama pacarnya sebelum pertengahan film. Masa ending filmnya kayak apa
dia gak tau. Durasi film Avengers itu dua jam lebih. Berarti bisa disimpulkan
dia ciuman sekitar sejam lebih. Ini nafsu macam apa? Jarak dari rumah saya ke
bioskop aja hanya 30 menit. Dan dia mampu melampaui itu. Kalo ada perhagaan
pria dengan nafsu tertinggi, kayaknya dia pantas menang; Kategori ciuman dengan
durasi terlama.
Makanya pada saat dia nanya kayak gitu
saya jawab aja, “Endingnya Thanos ciuman sama Hulk. “Hah? Kok bisa gitu?” tanya
Cowo itu. Tanpa menggubrisnya saya langsung berjalan pergi dan menghiraukan cowok mesum itu. Biarkan dia mencari tau sendiri ending filmnya.
Dan jujur selepas pulang dari bioskop, kejadian duduk diantara orang pacaran itu sangat membekas dihati. Pengen rasanya buru-buru punya pacar. Tapi saya sadar usia saya saat ini 19 tahun. Otomatis gaya pacaran saya pasti akan membutuhkan banyak biaya dibanding anak SMP atau SMA, yang kalo pacaran nama pacarnya ditulis distatus whatsapp, dan pas putus diganti sibuk.
Masalahnya uang jajan saja, saya masih minta ke orang tua. Memang sih, wanita butuh pria yang tulus. Tapi para pria tidak bisa menutup mata, karna ketulusan saja tidak cukup untuk membahagian seorang wanita. Uang juga penting. Bukannya gak bisa traktir pacar, tapi saya masih punya banyak kehidupan lain yang harus dibumbuhi dengan uang. Misalnya beli novel, beli pulsa internet, beli rokok, dan masih banyak lagi. Makanya pada saat itu pola pikir saya berdebat dengan batin. Namun pola pikir saya ternyata yang menang. Sebaiknya nanti saja cari pacar, kalo udah punya pendapatan sendiri.
Komentar
Posting Komentar