PELUKAN HIDAYAH
Pada pertengahan tahun 2019, tepatnya bulan agustus, Nenek saya dari sebelah Ayah meninggal. Tentu sebagai Cucu saya ikut memandikan jenazahnya, menyolati, dan ikut memakamkannya. Tapi harus saya akui pada saat selesai sholat Jenazah, dari masjid menuju ke tempat pamakaman, sepanjang jalan hati saya dipenuhi dengan ketakutan, dan pikiran sayalterus mem-flashback dosa-dosa. Namun pada saat itu belum terbersit di hati untuk berhijrah.
Pukul 11 siang nenek dimakamkan, setelah itu kami sekeluarga kembali ke rumah duka. Beberapa jam setelah ngobrol dengan keluarga, saya bersama Orang tua kembali ke rumah kami.
Selepas pulang dari melayat, seperti biasa malamnya kegiatan saya hanya bermain PUBG dan menulis sesuatu untuk dijadikan karya. Lalu pada saat pukul setengah satu malam tetangga depan rumah saya meninggal dunia. Dan yang lebih mengejutkannya lagi, hanya berjelang beberapa jam ada lagi orang yang meninggal di kompleks saya. Jadi dalam satu hari ada dua orang sekaligus yang meninggal dunia.
Sungguh kejadian ini membuka pikiran dan hati saya. Bisa jadi besok saya meninggal. Tapi Alhamdulilah Allah memberikan saya kesempatan untuk bertobat. Allah memberikan hidayah yang begitu kuat. Allah menuntun saya untuk mendekat kepadanya. Karna pada saat kejadian itu, malam harinya saya membuka youtube dan saya mendapati video ceramah pendek dari ustad Adi Hidayat. Dalam video itu ustad adi hidayat berkata:
“Sejahat-jahat manusia Allah masih sayang. Pasti diberi jalan untuk berubah. Bisa kebayang gak? Firaun yang ngaku tuhan, hobi bunuh orang, kata-katanya kasar, suka eksekusi, masih diberikan hidayah untuk berubah. Anda bukan Firaun! Anda tidak pernah mengaku tuhan! Anda tidak punya hobi bunuh orang! Kesalahan anda tidak sebanyak Firaun! Kalo Firaun saja diberi jalan untuk berubah apalagi anda!
Pasti Allah bisikan dalam jiwa anda, ada saatnya anda untuk berubah. Sebelum Allah wafatkan anda untuk kembali kepadanya. Ingat teman-teman, Maaf ya, maaf, kita tidak akan lama, suatu saat kita pasti akan pulang. Pastikan saat anda pulang ada kebahagiaan yang terpancarkan dari wajah anda. Ketika anda terlahir ke dunia semua orang tersenyum melihat anda dan anda menangis. Tapi pastikan ketika anda wafat nanti kembali kepada Allah, buat semua orang menangis dan anda yang tersenyum.”
Mendengar ceramah dari Ustad Adi Hidayat itu, saya benar-benar tersentuh, dan mata saya sedikit berkaca-kaca. Saya pun kembali mendengarkan beberapa ceramah lagi dari berbagai macam ustad: Ustad Abdul Somad, Ustad Handy Bonny, Ustad Hanan Attaki, dan Ustad Khalid Basalamah. Selepas menonton ceramah-ceramah di youtube saya pun berkata dalam hati, “Mulai hari ini saya berubah! Saya harus jadi muslim yang taat!”
Setelah sepakat dengan diri sendiri untuk hijrah, saya pun memulainya dari sholat 5 waktu dan tepat waktu. Tentunya ketika kita memutus ingin menjadi baik dan taat, pasti setan akan mencoba membangun keraguan dihati kita. Namun berkat petunjuk-petunjuk dari Allah Subhana Wata’ala, saya pun dibimbing untuk keluar dari keraguan. Berbagai macam ayat-ayat quran meyakinkan saya.
Salah satunya adalah surah At-Talaq, ayat 2-3 : “Barang siapa yang bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan membukakan jalan keluar baginya, dan Dia memberinya rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka. Dan barang siapa yang bertawakal kepada Allah, niscaya Allah akan mencukupkan keperluannya.”
Sungguh saya benar-benar bersyukur karna Allah membiaran hidayah memeluk saya. Sungguh hidayah begitu nikmat; Menenangkan hati, menyejukan jiwa, dan meyakinkan diri bahwasanya tidak yang lebih bahagia selain dekat dengan sang pencipta.
Komentar
Posting Komentar