AWAL MULA JADI KOMIKA
Awalnya ditahun 2015 saya nonton serial malam minggu miko, karya Raditya Dika yang dia publish di channel youtube-nya. Saya nonton malam minggu miko dan saya ketawa-tawa ngakak. saya suka ceritanya karna saya bisa merasakan problem miko yang pengen punya pacar tapi selalu berakhir dengan kesialan.
SEMENJAK saya nonton serial malam minggu miko, saya jatuh cinta sama Raditya dika, eh... karyanya maksud saya. Disaat itu pula saya mulai cari-cari karya Raditya Dika di google, sekaligus biograpinya. Setelah saya google saya banyak mendapatkan informasi. diantaranya: Raditya Dika seorang blogger, komika, penulis buku, youtuber, penulis skenario film, sutradara, dan kucing lovers.
Setelah saya tau dia seorang komika saya pun mulai mencari vidio stand up comedy-nya di yotube. Semua vidionya saya tonton di yotube. sering dengan berjalannya waktu, saya pun mulai tertarik dengan stand up comedy. Saya pun mulai belajar teori dan tehniknya di google. Saya sangat menikmati proses belajar stand up comedy. berbagai macam komika lain pun saya tonton di youtube. Sebut saja: Ryan Adriandhy, Ernest Prakasa, Pandji Pragiwaksono, Mosidik, Akbar, Ge Pamungkas, Gilang Bhaskara, Kemal Palevi, Isman H.S, Topeng, Randhika Djamil, Babe Cabita, Fico Fahriza, Arie Krieting, David Nurbiato.
Saya menikmati proses belajar dengan penuh kebingungan, tapi saya masih terus belajar karna menurut saya stand up comedy adalah salah satu seni dimana kita bisa menyuarakan sesuatu dengan cara menghibur orang.
PADA awal bulan oktober 2016 saya bergabung dengan komunitas Stand Up Indo Gorontalo. Bisa dilihat dari gambar disebelah. maaf gambarnya tidak terlalu jelas, gambarnya menyesuaikan dengan muka saya. Itu pertama kalinya saya openmic (atau bisa disebut sebagai sesi uji materi baru para komika). Saya stand up dengan kaki yang gemetar, berbicara dengan rasa gugup, kayak orang lagi ditagih depkolektor. Minggu kedua saya open mic, saya jauh lebih tenang. Dan materi saya pada malam itu lumayan pecah. Saya pun diberi kesempatan oleh teman komunitas yang bisa dibilang dia sudah jauh lebih senior. Saya masuk dalam daftar Stand Up Indo Gorontalo Goes To School.
Saya stand up di MAN Model Gorontalo. Dan itu pertama kali saya stand up ditonton oleh banyak orang. Sumpah gugup banget. Yang tidak tau gugupnya kayak apa, gugupnya itu kayak kalian pengen beli snack di warung tapi kalian sadar uang kalian sobek ditengah. Kalo sudah begitu satu-satunya cara adalah ngelipat uang yang sobek itu dan berdoa dalam hati mudah-mudahan tuan warung gak tau. Begitu pula yang saya lakukan disaat melihat siswa yang begitu banyak, mereka menatap saya diatas panggung, dan menanti saya untukmengocok perut mereka dengan jokes yang sudah saya persiapkan. Saya berusaha tenang dan berdoa dalam hati. (mudah-mudahan mereka tertawa, kalo tidak sepatu mereka melayang).
Setelah saya tampil, saya merasa lega. Karna siswa-siswa MAN Model Gorontalo tertawa mendengar materi yang saya bawakan.
Saya pun makin bersemangat untuk menjadi seorang komika. Ya, walaupun saya tau ini baru awal, tapi saya akan terus mecoba untuk bertemu dengan kegagalan yang mungkin suatu saat akan mengatar saya kesuksesan.
Berminggu-minggu open mic saya pun mencoba peruntungan di lomba stand up comedy se-provinsi gorontalo dalam rangka hari ulang tahun provinsi gorontalo yang ke-15. Niatnya sih.. untuk nyari jam terbang, tapi gak tau saya dapat juara tiga. Alhamdulilah, saya bersyukur berkat gabung dengan komunitas stand up indo gorontalo saya bisa menghibur orang, dan hobi saya tersalurkan. Dan saat ini, kami komunitas stand indo gorontalo masih berjuang untuk menghibur masyarakat gorontalo, itupun kalo dapat job.



Komentar
Posting Komentar