BENTENG OTANAHA (My Point Of View)



  BENTENG OTANAHA 
(My Point Of View) 





Semua orang indonesia tau kalo ada 7 keajaiban dunia. Nah, sebagai anak gorontalo saya ingin share ke kaliansalah satu keajaiban yang ada di gorontalo, yang menurut saya keindahan dan sejarahnya tidak kalah menarik dengan yang lain. Tapi sebelum anda membacanya, pastikan anda punya dua mata dan satu hati, Jangan seperti bajak laut yang hanya melihat dengan satu mata dan tak punya hati. Masa laut di bajak, kayak orang tidak punya kerjaan lain aja. Orang yang nge-bajak BBM aja dijauhi sama orang lain, apalagi orang nge-bajak laut, pasti dia dijauhi sama putri duyung dan para pemain mermaid in love.


     Benteng Otanaha merupakan objek wisata yang terletak di atas bukit di Kelurahan Dembe IKecamatan Kota BaratKota Gorontalo. Benteng ini dibangun sekitar tahun 1522. Benteng Otanaha terletak di atas sebuah bukit, dan memiliki 4 buah tempat persinggahan dan 348 buah anak tangga ke puncak sampai ke lokasi benteng. Jumlah anak tangga tidak sama untuk setiap persinggahan. Dari dasar ke tempat persinggahan I terdapat 52 anak tangga, ke persinggahan II terdapat 83 anak tangga, ke persinggahan III terdapat 53 anak tangga, dan ke persinggahan IV memiliki 89 anak tangga. Sementara ke area benteng terdapat 71 anak tangga, sehingga jumlah keseluruhan anak tangga yaitu 348.

SEJARAHNYA:

Belum ada hasil penelitian sejarah yang pasti mengenai pembangunan Benteng Otanaha. Namun setidaknya hingga saat ini terdapat dua versi cerita yang dipercayai masyarakat Gorontalo.
Menurut sejarah Gorontalo, abad 15 berdiri Kerajaan Pinohu (Pinogu) yang diperintah seorang Raja bernama Wadipalapa berasal dari Langit, yang oleh orang Bugis-Makassar dikenal dengan nama "Remmang Ri Langi". Ketika raja ini mangkat, kerajaan Pinohu berubah nama menjadi Tuwawa (Suwawa). Pada tahun 1481 berubah lagi dengan nama kerajaan Bune (Bone). Sekitar tahun 1585, muncul salah seorang keturunan raja yang digelari rakyatnya dengan Wadipalapa II, di tangan Wadipalapa II kemudian muncul gagasan untuk memperluas kerajaan Bune dengan cara damai. Maka diperintahkanlah rakyatnya mencari lahan baru dengan membagi warganya menjadi dua rombongan. Jalur utara dari Suwawa, Wonggaditi terus ke Huntu Lo Bohu dipimpin Hemeto. Sedang jalur selatan mulai dari Potanga, Dembe, terus ke Panipi diserahkan kepada Naha. Jalur Utara yang dinakhodai Naha, akhirnya tiba di Dembe dan menemukan benteng tersebut berada di atas bukit.
Literatur lainnya berbeda dalam menceritakan sosok Naha. Kononnya tokoh ini adalah anak dari Raja Ilato dan Permaisuri Tilangohula yang memerintah Kerajaan Gorontalo pada abad 15. Naha memiliki dua saudara, Ndoba dan Tiliaya. Ketika dirinya remaja, ia memilih merantau negeri seberang. Sampai suatu masa, Ndoba dan Tiliaya memimpin perlawanan mengusir Portugis yang dianggap memperalat mereka dalam mengusir para bajak laut. Padahal, sebelumnya Portugis meminta bantuan dan sepakat dengan pihak kerajaan Gorontalo, setelah pelayaran mereka terganggu oleh cuaca buruk dan bajak laut serta kehabisan makanan. Kesepakatan dengan kerajaan gorontalo adalah guna memperkuat pertahanan dan keamanan negeri, maka dibuatlah 3 benteng di Kelurahan Dembe sekarang. Pertempuran mengusir Portugis, Ndoba dan Tiliaya dibantu oleh angkatan laut yang dipimpin 4 orang, yakni, Apitalao Lakoro, Apitalao Lagona, Apitalao Lakadjo, dan Apitalao Djailani. Sekitar 1585, Akhirnya Naha kembali dan menemukan benteng tersebut, dan kemudian memperisteri seorang perempuan bernama Ohihiya. Dari pasangan lahirlah dua putera, Paha (Pahu) dan Limonu.


My view point:

Seperti kota-kota lain di indonesia pada umunya, gorontalo juga punya keunikan dan keindahannya sendiri, entah itu dari budaya, bahasa, perilaku. Saya sendiri bangga jadi anak gorontalo, ya, walaupun saya belum mengusai bahasa gorontalo sepenuhnya, tapi saya masih terus belajar. Karna menurut saya, kita harus bisa membanggakan kota kelahiran kita, kalo kita belum bisa membaggakan minimal jangan bikin malulah.


Itu saja yang bisa saya ceritakan pada blog saya kali ini. mudah-mudahan anak muda di gorontalo yang berbakat bisa unjuk gigih ditingkat nasional.

Komentar

Postingan populer dari blog ini