MENGUBAH CUIH MENJADI CIE
Dalam hidup ada berbagai macam orang dengan pribadi yang berbeda. Ada yang introvert, ekstover, dan ambivert. Orang yang introvert cenderung lebih suka menyendiri, orang yang ekstrovert cenderung lebih suka dengan keramaian, sedangkan orang yang ambivert menyukai keduanya: Keramain dan kensendirian.
Dalam hidup kadang kita dijauhi oleh orang-orang karna sifat kita, atau mungkin karna fisik kita. Kadang juga ada orang yang justru membully kita karna perbedaan. Saya pernah dibully, tapi saya juga pernah ngebully, jadi saya gak boleh marah dong kalo dibully. Cuma yang ngeselin adalah, orang yang ngebully kita lebih jelek daripada kita. Suka kesel kalo ketemu orang kayak gini. Kalo ketemu orang kayak gini rasanya pengen beli cermin yang besar kayak tiang gawang, terus ngajak tuh orang ngaca sama-sama disitu! biar orang kayak gini sadar... mana yang jelek, dan mana yang jelek banget. Gara-gara ini juga banyak orang-orang jelek yang jadi sombong. Sampai-sampai ada youtubers yang bikin lagu "Gak apa-apa yang penting sombong." Ini orang jelek sombong kayak gimana? Kalo orang cakep yang sombong masih enak dilihat gitu.
Misalnya ada orang cakep sombong: "Eh, liat nih, kulit aku putih, rambut aku bagus, badanku langsing, nggak kayak kalian jelek." Kalo orang cakep Masih enak dilihatkan? Kalo orang jelek gimana?
Misalnya ada orang jelek sombong: "Eh, liat, aku punya panu, banyak lagi, panuku bentuknya love, nggak kayak kalian nggak punya panu." Tuh, kan gak enak banget dilihatnya. Makanya kalo jelek jangan sombong. Karna yang cakep aja kalo sombong dijauhi, apalagi yang jelek.
Saya selalu percaya setiap manusia punya sisi yang indah dalam dirinya. Makanya saya selalu optimis untuk mengejar sesuatu yang saya inginkan, sekalipun itu sulit. Waktu saya sekolah dulu, saya adalah siswa kurang berprestasi, atau mungkin bisa dibilang hampir tidak punya prestasi. Waktu SMK aja saya selalu dapat rangking terakhir; Kelas satu SMK rangking terakhir, Kelas dua rangking terakhir, kelas tiga rangking, sampai-sampai saya berpikir... "Jangan-jangan saya ditakdirkan untuk menjadi orang yang terakhir." (MAAF LEBAY).
Saya sadar bahwa perubahanlah yang mampu membuat saya dianggap. Sampai akhirnya saya bertemu dengan passion saya; STAND UP COMEDY. Saya belajar dan menekuni seni ini dengan serius. Dengan semangat untuk membuat orang-orang terdekat saya bangga pada saya. Saya bergabung disalah satu komunitas stand up comedy gorontalo. tiap malam kamis saya Openmic untuk mengetes materi baru, dan mengukur jam terbang. Dan selama saya stand up, saya selalu merasa bahwa saya bahagia, dan saya jauh lebih berarti disini. Tak mau berpuas diri saya pun membuat channel youtube. Walaupun belum konsisten, tapi saya masih terus mencoba untuk menciptakan konten. Tapi kadang saya suka kesel sih... sama orang-orang yang menganggap bahwa saya buat video di youtube pengen jadi artis kayak norman kamaru. Jujur aja saya gak pernah berpikir untuk jadi artis sama sekali. Karna motivasi saya satu: Menghibur.
Lagian kalo misalnya ada orang yang terkenal karna sesuatu, saya yakin itu bukan tujuannya. Karna saya percaya bahwa terkenal itu akibat, bukan tujuan. Tapi bodoh amat sih... kalo ada yang beranggapan bahwa saya buat video di youtube pengen jadi artis. Mungkin mereka ngomong kayak gitu karna mereka belum pernah berada diposisi saya; Yaitu, bertemu dengan passion yang kita cintai.
Menurut saya, kita tidak bisa mengatakan orang itu sampah hanya karna dia tidak memiliki apa-apa. karna sampah aja kalo didaur ulang bisa jadi bagus, dan menjadi mahal. Orang yang tidak punya apa-apa juga sama. Mereka mungkin bisa menjadi seseorang yang hebat jika mereka mau berubah dan memperbaiki diri.
Buat kalian yang baca blog ini dan memiliki keresahan yang sama, jangan pernah takut untuk mencoba. Karna kita tidak pernah tau, hal yang kita cintai, akan membawa kita kemana. Carilah apa yang kamu mau, apa yang kamu butuh, dan apa yang harus kamu lakukan untuk membuat itu menjadi kenyataan. Karna mungkin dengan begitu kita akan berada dalam posisi seperti ini:
(Disaat kita masih bercita-cita ada yang meremehkan) "Jangan kebanyakan ngayal lo! dasar sampah! CUIH!
(Dan pada saat kita berhasil) Orang yang meremehkan datang dengan wajah munafik sambil ngomong... "CIE, yang udah sukses."
Yang jelas adalah perubahan setiap manusia itu dinilai bukan diomongan, tapi nanti diakhir kehidupanya. Untuk itu, marilah berubah jadi lebih baik sebelum kehidupan berakhir. Karna kalian pasti menginginkan ending yang indah, walaupun keindahanya tak bisa kita tebak.
Komentar
Posting Komentar