MY BROTHER AUTISME
(PART 2)




Buat kalian yang belum baca part pertama ada baiknya kalian baca dulu, biar kalian paham. Silahkan klik link part pertamanya: MY BROTHER  AUTISME

Sebelumnya saya sudah menceritakan dua kejadian ekstrim yang adik saya lakukan. Ini ada lanjutan dari dua kejadian tersebut. Ada tiga tambah kejadian ekstrim yang nyata tanpa rekayasa:








3. GARA-GARA GANTI CHANNEL

Seperti yang kita tau dulu hari minggu pagi banyak kartun di TV. Nah, Adik saya itu setiap hari minggu pagi pasti stay didepan TV. Pada suatu ketika disaat adik saya sementara nonton kartun "Dragon Ball", saya datang ke ruang TV sambil sarapan, niatnya pengen nonton juga. Karna nggak terlalu suka dengan kartun Dragon Ball saya ganti aja channelnya. Pas channel diganti, tiba-tiba adik saya ngambil sapu rumah terus dipukul kepala saya, lalu saya teriak, 'WOY! SAKIT TAU' 

    Adik saya bukannnya minta maaf, malah ngelempar kursi plastik ke saya, dan kena punggung. Pas dilempar kursi saya langsung kabur sambil menahan sakit. Itu pertama kalinnya saya makan sambil lari nahan sakit. Nggak enak banget. Parahnya lagi pas lari dia ngejar saya sambil ngelempar asbak, tapi nggak kena. Itu kalo dia punya jurus kamehameha, game over saya. Dan untungnya kejadian ini nggak masuk berita, kalo masuk berita nggak enak banget headline-nya: "SEORANG KAKAK DIANIAYA OLEH ADIK KANDUNGNYA GARA-GARA GANTI CHANNEL TV."

Setelah kejadian itu saya nggak berani ganti channel TV kalo dia lagi nonton. Daripada ganti channel TV mending saya ganti celana dalam. Itu lebih aman.


4. MISTERI HAPE NENEK

Waktu acara keluarga, tepatnya keluarga dari sebelah ayah, kami berkumpul dirumah Nenek. Sekitar 30 menit berlalu tiba-tiba Nenek saya kebingungan dan berkata pada kami, 'Kalian lihat hape nenek, nggak?' 

      'Emang tadi ditaruh dimana, Nek?' Tanya saya.

      'Di meja makan.' Balas Nenek sambil menunjuk meja makan.
  
      'Waduh, dimeja makan kan tadi ada Eka. Jangan-jangan... Gawat!' Kata saya dalam hati.

Disaat kami mencari hape nenek, tiba-tiba dari arah meja makan, adik saya berteriak, 'Nih...!!!' Sambil memegang hape Nenek. Begitu kami mau mengambil Hape itu dari tangannya, tiba-tiba adik saya berlari ke arah dapur, dan kami berusaha mengejarnya, namun sayang kami terlambat, adik saya melempar Hape itu ke dalam sumur. Kami hanya mampu berteriak kayak adegan jahat di sinetron-sinetron, 

          'EKA, JANGAN...!!! PLEASE STOP, NANTI KAMI KASIH GULA-GULA BABOL!'

Namun adik saya hanya cuek. Dia melempar hape itu ke dalam sumur dengan penuh gairah, seolah-seolah  dia atlit pelempar lembing nomor satu dunia. Seperti biasa setelah melakukan hal ekstrim adik saya bukannya minta maaf, malah ketawa kayak bos-bos mafia. Nenek saya hanya bisa ikhlas dan membiarkan perawannya hilang, eh... maksudnya hapenya hilang tenggelam dalam sumur yang begitu dalam. 

5. PLAYSTATION BERMINYAK

Waktu kelas 5 SD saya punya Playstation 2. Biasanya pulang dari sekolah saya langsung bermain. Lalu pada suatu kejadian pulang dari sekolah ke rumah, saya kaget dan berkata, 'Ini kenapa PS saya berminyak? Siapa yang berani-berani masak pisang goreng disini?' Lalu saya mencium bau minyak itu, dan saya berteriak,

   'AHH... KENAPA INI PLAYSTATION BAU MINYAK RAMBUT TOKYO?! SIAPA YANG NYIRAM?!' Adik saya dari belakang meledek sambil ketawa, 'HAHAHAHAHA...'  Lalu dia berlari keluar rumah. Tidak diragukan lagi dia adalah pelakunya. Ciri khas tertawanya kayak bos-bos mafia membuat dia tidak punya alibi untuk menyangkal bahwa dia yang melakukan penyiksaan terhadap Plastation dibawah umur. Yang menjadi pertanyaan adalah, "Apa motifnya?" perasaan saya nggak punya salah sama dia. Untuk tau itu saya pun mengejarnya.

      'Eka, Awas... ya!' Teriak saya dengan begitu emosi, sambil mengejarnya. Setelah berhasil mengejarnya, saya memarahinya, 'Eh, kenapa PS Asa (Asa itu kakak) kamu siram dengan minyak rambut tokyo?'

Dengan cueknya adik saya berkata, 'Dah... (Bye)!' Lalu dia masuk lagi ke dalam rumah sambil tertawa terbahak-bahak. 

Begitu ibu saya tau kalau adik saya menyiram Playstation dengan minyak rambut tokyo, ibu saya hanya berkata, 'DIjemur aja Plastation-nya biar kering!' 

      'Mah, ini playstation bukan kain! Emang kalo dijemur Playstation-nya bisa hidup lagi?' Balas saya.

Bodohnya Playstion itu saya jemur juga. Maklum udah bingung mau gimana. Sekitar 3 jam playstation itu saya jemur, ya... kurang lebih waktu yang sama dibutuhkan cewe-cewe untuk gambar alis. 3 jam. Setelah  3 jam Playstation itu saya angkat, lalu saya coba nyalain lagi. Sialan, ternyata nggak berpengaruh. Tetap nggak bisa nyala. Playstation-nya rusak total. 

Akhirnya Playstation itu saya bawa ke tukang service Playstation. Begitu sampai ditempat tukang service Playstation, si Tukang service nanya, 'Ini Playstation rusak kenapa?' 

     'Disiram sama Adik saya dengan minyak rambut tokyo, pak?' Jawab saya.

     'Hah! Adik kamu gila, ya?' Respon si Tukang dengan ekspresi muka yang kaget.

     'Iya, pak. Adik saya ada gangguan gitu dari kecil. Dia  punya penyakit autis.' Balas saya.
  
     'Oh.. iya-iya, maaf. Balas si Tukang service. Seketika suasana menjadi dramatis, kayak mircrophone pelunas hutang.

Beberapa miinggu Playstation-nya selesai diperbaiki, saya langsung menjualnya. Daripada rusak lagi. Nanti Playstation-nya bukan disiram pake minyak rambut tokyo lagi; Bisa jad nantii disiram minyak tanah, minyak kelapa, bensin, oli. Apapun lah yang penting rusak aja, pasti adik saya bahagia.


Oke, terima kasih udah baca lanjutan dari pengalaman nyata tentang orang yang punya saudara dan mengidap penyakit autis, bukan abuhu. Paling tidak saya belajar satu hal dari 5 kejadian ekstrim itu: "Manusia tidak bisa request apapun pada tuhan. kalo memang itu kuasa yang tuhan sudah berikan, kita punya kuasa apa untuk mengubahnya. Karna memang hidup ini hanya sebuah perjalanan, yang dijaga oleh waktu." THANK YOU!  




      



Komentar

Postingan populer dari blog ini